Advertisement

(Gratis 4 SKP IDI) Webinar PERKUAT PUSKESMAS SEBAGAI UJUNG TOMBAK PELAYANAN PRIMER JANGAN SAMPAI TUMBANG


FORUM KOMUNIKASI IDI CABANG, IDI WILAYAH PERHIMPUNAN SE INDONESIA


PERKUAT PUSKESMAS SEBAGAI UJUNG TOMBAK PELAYANAN PRIMER JANGAN SAMPAI TUMBANG

➡️⬅️➡️⬅️➡️⬅️➡️⬅️

----------------------------------------

Admin is inviting you to a scheduled Zoom meeting.


Topik : *PERKUAT PUSKESMAS SEBAGAI UJUNG TOMBAK PELAYANAN PRIMER JANGAN SAMPAI TUMBANG*

Time: Jul 18, 2021 18:35 PM Jakarta


Join Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/83456522998?pwd=TElPTVNiQWs3ZzRRcWJXdkhXbnU4dz09


Meeting ID: 834 5652 2998

Passcode: 577379

_________________________

*Pengantar*


Sejak beberapa minggu terakhir ini kita lihat dimedia sosial selalu dihiasi dengan berita duka, meninggalnya saudara-saudara kita, para pejuang kemanusiaan dibidang kesehatan, garda terdepan menumpas musuh dunia yang sedang heboh saat ini, Covid-19.


Media informasi pun dipenuhi dengan berita penuhnya Rumah Sakit dan tidak mampu menampung pasien covid-19.

Begitu juga dengan Dokter yang bertugas di Puskesmas.


Dokter Puskesmas yang pertama kali terpapar dan beresiko terinfeksi pasien Covid 19, sewaktu ribut tentang regulasi relawan Covid dengan tawaran insentif dan APD yang layak, dokter Puskesmas masih berjuang dengan APD seadanya hasil upaya sendiri, apalagi tugas tugas atasan , pimpinan daerah, sehingga ada bupati yang tampil "heroik "memarahi petugas puskesmas tanpa paham apa tugas dan fungsi Puskesmas.


Saat ini beban berat kerja puskesmas meliputi 3T, Tracing, Test dan Treatment. Pada awal pandemi, Puskesmas hanya berperan sebagai pelaksana Tracing dan Testing yang bersifat skrining (Rapid Test Ab). Namun saat ini, Puskesmas sudah melaksanakan 3T.  T-3 (Treatment) pelayanan rawat penderita covid, baik yang bergejala ringan sedang, berat dan bahkan tidak sedikit yang meninggal di Puskesmas tanpa adanya kemampuan memberikan pertolongan yg lebih baik.


 Kurangnya persediaan

 oksigen, obat -obatan dan bahan medis habis pakai dan kendala lain seperti sulitnya merujuk pasien ke Rumah Sakit, merupakan masalah sehari - hari petugas Puskesmas.


Beban pelaksanaan vaksinasi Covid 19 dengan target 185 juta penduduk pun dengan terpaksa dibebankan ke Puskesmas dan RS. 

Pekerjaan vaksinasi bukanlah pekerjaan kecil, namun pekerjaan yang melelahkan dan menurunkan daya tahan tubuh petugas  dan berdampak pada mudahnya karyawan terpapar covid. 


Pelaksanaan pemantauan terhadap pasien isolasi mandiri, jumlahnya semakin besar dan beresiko penularan kepada petugas pemantau, walau Sebagian besar dilakukan secara telemedisin namun banyak juga masyarakat minta petugas hadir ditengah penderitaan mereka. 

Ini menimbulkan resiko terpapar, apalagi tidak dilengkapi APD yang sesuai standar.


Saat ini dengan minimnya pemahaman para pengambil kebijakan, memaksa puskesmas untuk menjadi tempat perawatan Covid, apakah upaya ini sudah tepat ? Tentu sangat keliru karena menurut catatan hanya sekitar 2-3% saja puskesmas yang di desain sebagai tempat perawatan (Umum bukan Covid 19). Selebihnya adalah Puskesmas biasa yg tidak memiliki SDM dan Sarpras yg memadai untuk jadi perawatan covid.


Puskesmas secara umum tidak memiliki kompetensi untuk merawat Covid. Perawatan covid harus dilakukan di Rumah Sakit dengan kompetensi Dokter Spesialis Paru dan Penyakit dalam. Kebijakan menjadikan Puskesmas sebagai tempat perawatan covid harus segera diakhiri, jika tidak ingin FKTP kolaps dan tidak mampu lagi melakukan pelayanan lainnya.


Yaa...Peningkatan kasus Covid-19 yang sangat Ekponensial, mengancam lumpuhnya fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas. 

Kalau harus jujur tentu tidak sanggup, dan sarana yang dimiliki Puskesmas pun sangat jauh dari istilah “memadai”. Padahal kita tahu, tugas Puskesmas sebagai pelaksanan Promotif dan Preventif sangat-sangat luar biasa beban kerjanya.

Keberhasilan pencapaian target Standar Pelayanan Minimial (SPM) bidang kesehatan pun berada di pundak Puskesmas. Untuk urusan pandemi saja, mulai dari Tracing (skrining di Puskesmas dan pelacakan ke masyarakat),  Testing (dengan Rapid Test Antigen), Treatment (Penanganan dan Pemantauan Isolasi Mandiri dan Karantina sampai dengan penanganan pasien bergejala sedang sampai berat) dan terakhir Vaksinasi.

Wow....!!!

Sebagai pejuang tentu kita tidak boleh mengeluh. Tapi apakah kita sudah didukung dengan alat perang yang memadai, perlindungan hukum dan keamanan yang sesuai dengan risiko yang ada..?  Kita masih sering menyaksikan penganiayaan Tenaga Kesehatan marak dimana-mana, mulai dari ketidak - percayaan masyarakat terhadap Covid dan penanganannya, sampai dengan pemaksaan masyarakat untuk mendapatkan Fasilitas tertentu seperti oksigen.


Pelayanan Puskesmas pada masa pandemi covid ini perlu ditata ulang. Dengan keterbatasan sarpras dan SDM, pelayanan manajemen harus segera disesuaikan dengan keadaan disaster. Persoalan persoalan yang tidak esensial terkait dengan pencapaian SPM agar ditunda dulu. Pencapaian SPM bisa difokuskan Kembali setelah pandemi melandai. Semua tenaga dan pikiran agar diarahkan untuk menanggulangi covid 19. 

Apalagi sampai dengan pertengahan bulan Juli ini anggaran BOK (Biaya Operasional Kesehatan) belum diterima. Padahal dana ini sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran sasaran utama dalam penanggulangan covid, seperti kecukupan APD, BHP, Operasional Petugas, dan lain lain.

Demikian juga ditengah tingginya beban Puskesmas, yang mengherankan dana insentif Covid dan Vaksinasi tahun 2021 belum ada yang diterima. Bahkan beberapa daerah Dana Insentif tahun 2020 pun 

masih belum tuntas.

Sampai kapan ini akan dipertontonkan....


Untuk itu, Yuk kita cari solusi melalui diskusi bersama Apkesmi dan Forkom IDI Cab/Wil dan Perhimpunan se Indonesia, dengan Topik :

 

*Selamatkan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di semua Fasilitas Kesehatan, khususnya di Puskesmas dengan Kebijakan yang Realistis,Prioritas dan Dukungan penuh terhadap semua aspek Pelayanan di Puskesmas*


Poin yang di harapkan  dari pertemuan ini :

1. Dukungan penuh Sarana dan Prasarana di Puskesmas dan pemenuhan SDM


2. Dukungan Pengaturan Jam Kerja, Skala Prioritas Kegiatan Puskesmas, Insentif dan Apresiasi yang wajar sebagai relawan Covid 19.


3  Suasana Kondusif dan Regulasi yang tepat dalam mengawal Dokter Puskesmas dari resiko terpapar Covid 19 .



πŸ—“️Hari/Tanggal :  18 Juli 2021

πŸ•°️Pukul : 18.35 WIB S/D 22.00 WIB

πŸ–₯️Platform : Zoom Aplikasi

πŸ‘€Peserta : Seluruh Dokter Se Indonesia

πŸ“±Meeting ID: 834 5652 2998

πŸ—️Passcode: 577379


🟒Moderator : *dr. Ekasakti Octohariyanto, MPd.Ked*

Ketua Bidang Organisasi dan Perlindungan Hukum DPP Akselerasi Puskesmas se Indonesia (APKESMI)


🟒Co Moderator : *dr. Deborah Johana Rattu, MH. Kes., MKM.*

Kepala Bidang Pengembangan Program dan Mutu Layanan Puskesmas Akselerasi Puskesmas Indonesia Periode 2021 – 2024


πŸŽ™️.Pembicara :


1πŸŽ™️ *Dr. Trisna Setiawan M.Kes*

*Ketua Umum DPP APKESMI*

Wakil Ketua 1 IDI Cab Depok - Jawa Barat

Kepala UPTD PKM Tapos, Depok - Jawa Barat



▶️Judul : 

*SELAMATKAN NADIS DAN NAKES PUSKESMAS PADA PELAYANAN ERA PANDEMI COVID ...*


2 πŸŽ™️. *Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI*

*drg. Saraswati, MPH*


▶️Judul :  *Dukungan Pemerintah untuk Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Dalam Optimalisasi Pelayanan Primer di Puskesmas Dalam Pandemi Covid-19*

 

3.πŸŽ™️. *Bupati  Kabupaten Buol - Sulawesi Tengah*  

*dr. H Amirudin Rauf, SpOG, M.Si*


▶️Judul : *Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis dalam Pelayanan Primer Di Puskesmas*


4.πŸŽ™️. *Adang Bachtiar, dr, MPH, DSc*


▶️Judul : *Falsafah, Tujuan dan Tugas Puskesmas terutama di masa pandemi covid 19*


πŸ“˜Penanggap :

πŸ“˜.1. *dr. H. Nazrial Nazar, Sp.B, FINACS, K(Trauma), MH.Kes*


πŸ“˜.2. *drg. Kartini Rustandi, M.Kes*

Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat & Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI


πŸ“˜.3. *DR.Dr. Rahmat Sentika, SpA, MARS*

Anggota Dewan Pakar APKESMI


πŸ“˜.4. *dr. Haryadi, M.Kes*

Mantan Kadinkes Provinsi DKI Jakarta


πŸ“˜.5. *dr. Marganti Nainggolan*

Puskesmas Eci, Kabupaten Mappi

anggota IDI Merauke - Papua


πŸ“˜.6. *dr. H.Asep Sani Sulaeman, M.Kes, AIFO-K*


1. Wakil Ketua 2 DPP APKESMI

2. Anggota IDI Cabang Garut

3. Kepala Puskesmas Cibatu Kab. Garut - Jawa Barat


πŸ“˜.7. *dr. Nina Nur Ainy Syarief, MH*

Ketua IDI Cabang Majalengka -Jawa Barat

UPT Puskesmas Sumberjaya 

Kabupaten Majalengka -Jawa Barat


πŸ“˜.8. *dr. Mega Harta, MPH.*

Puskesmas Lape Sumbawa

IDI Cab Sumbawa - NTB 


πŸ“˜.9. *dr. Rudi Rahmadsyah Sambas*

Ketua PDUI Cabang Sumatera Utara


πŸŽ₯Host :dr. Zul Asdi, Sp.B, M.Kes ( *Ketua IDI Wilayah Riau* )

πŸŽ₯Co Host : *APKESMI (Akselerasi Puskesmas Indonesia)*

πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή

Mohon izin bapak ibu peserta, untuk mendapatkan SKP IDI Wilayah Riau cukup mengisi link absensi yang akan panitia kirim kan disaat acara berlangsung.. πŸ™

Mohon izin Acara kegiatan ini tidak dipungut Biaya Apa pun.


No SKP : 149/IDI-WIL/BP2KB/A.7/07/2021

Rincian :

Peserta : 4 SKP

Pembicara :  2 SKP

Moderator : 1 SKP

Panitia : 1 SKP

Total : 8 SKP


Cp :

1. Eki +62 812-7027-8353

2. Dr. Anggi Dwiprasetyo +62 852-9596-3486

3. dr.Repelita Witri ( 081367781533)

4. dr Erzi Iskandar Deu

( 082191915340 )


πŸ”ŠNote : Mohon Peserta Menggunakan nama akun asli pada saat acara

πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή

Post a Comment

0 Comments